Search This Blog

Pages

Explore The Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Download Novel Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Download Novel Islami. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Agustus 2010

FILM HAFALAN SHALAT DELISA AKAN SEGERA TAYANG

Dalam Postingan yang lalu " Review Hafalan Shalat Delisa " saya sedikit menyinggung tentang isi dari novel karangan Tere-Liye ini. Novel yang sempat membuata air mata saya meleleh ketika membaca kisah bocah cilik 6 th Alisa Delisa ini. Nah pada kesempatan kali ini saya cuma pengen nyampaein informasi ni, bahwa FILM HAFALAN SHALAT DELISA sudah diproduksi dan akan tayang sekitar bulan september-Oktober 2010... Waaa sudah tidak sabar lagi pengen nonton film nya. Informasi ini saya dapet dari http://students.ittelkom.ac.id/. di bawah ni informasi selengkapnya :


Hafalan Shalat Delisa The Movie
Sekarang lagi produksi, direncanakan tayang September / Oktober 2010. Pemeran Delisa sudah ditemukan



Nama aslinya TALHA, usia 5 thn. Sekolah TK B, Ini sedikit cuplikan dialog dengan Talha:


Crew : Talha... emang siapa sich yang pingin jadi artis?


Talha : Abah....


semua crew tertawa ,"loch kho abah ( ayahnya)


Talha tersenyum memperlihatkan gigi giginya yg mungil



Ibunya Talha : sebenarnya kami sudah pasrah.. waktu ikut casting karena Talha belum pernah main sinetron, apalagi saingannya banyak sekali lebih dari 600 orang..


Sutradara bertanya pada Talha : Senang gak Talha akhirnya terpilih...


Talha cuma tersenyum menggemaskan..



Sutradara bertanya pada Talhma yang tidak bisa duduk diam: Mana coba kasih lihat lesung pipitnya...


Talha langsung membuat senyumnya terbuka...


Setelah itu dia langsung pergi menuju crew lain yg sedang sibuk bekerja, dia mungkin tidak mengerti sebentar lagi dia akan jadi bintang... Talha yang lugu hanya tahu dia akan pergi ke Aceh....




Foto hasil survey di Aceh






Crew



Event


Casting di Banda Aceh


Start Time:


Wednesday, November 18, 2009 at 10:00am



End Time:


Sunday, December 6, 2009 at 5:00pm


Location:


Mencari Peran untuk : Tiur ( Perempuan 6-7 Thn ), Teuku Umam ( laki-laki 6-7 Thn ) Teuke Dien ( laki-laki 30-40thn) Ibu guru Nur ( Perempuan 25-35 thn) dll.Silahkan ambil formulir castingnya di Radio Flamboyant 105,2 FM . Jl. Fatahilah 4 No. 1. Banda Aceh





Sumber : Group Film Hafalan Shalat Delisa @ Faceboo






"Delisa.... D-e-l-i-s-a cinta Ummi.... Delisa c-i-n-t-a Ummi karena Allah!"





Thread Hafalan Shalat Delisa:
http://students.ittelkom.ac.id/web/viewtopic.php?t=2531

Read More »
21.44 | 1 komentar

Rabu, 11 Agustus 2010

Download Gratis Novel Islami

Alhamdulillah, sepatutnya saya bersyukur telah dianugerahi sepasang mata yang kini menjadi alat utama saya dalam membaca. Memang saya bukan seorang kutu buku yang hari-harinya di isi dengan membaca buku. Namun, membaca novel adalah satu hobi saya. untuk itu, dalam postingan kali ini saya tidak membahas mengenai tips trik komputer, melainkan ingin berbicara sedikit tentang novel khususnya novel islami, dan insyaallah saya sediakan link download bagi anda yang ingin membaca novel - novel islam dari penulis-penulis terkenal seperti Habiburrahman El-Shirazy dll. Tutur kata "kang abik" benar-benar memukau hati saya dalam novelnya yang berjudul " Ayat-ayat Cinta "Subhanallah, saya merinding membacanya.
Merupakan sebuah novel yang sangat bagus...seakan saya ada didalamnya saat saya membaca novel tersebut. Sejak saat itu saya suka sekali novel - novel yang di tulis oleh kang abik, apalagi novel dwilogi kang abik yang berjudul "Ketika Cinta Bertasbih 1" dan "Ketika Cinta Bertasbih 2", sungguh sebuah mahakarya yang indah, bahkan lebih indah dibandingkan novel "Ayat-Ayat Cinta"..
Namun bukan berarti novel "Ayat-Ayat Cinta" tidak bagus...
Novel "Ketika Cinta Bertasbih" menjelaskan inti cinta kepada seseorang karena Allah...Dan itu sangat indah...Dengan tutur kata yang benar-benar menyentuh hati....
Setelah Kang Abik, tidak sengaja saya mengenal penulis lainnya dalam Novel yang begitu menyentuh hati saya kala itu, tak malu-malu air mata ini jatuh tak tertahankan, ketika saya membaca novel " Hafalan Shalat Delisa " yang di tulis oleh " Tere-Liye ".
Nah bagi temen-temen yang pengen download novel-novel nya saya sediakan linknya di bawah ini :


  • AYAT-AYAT CINTA

Penulis : Habiburrahman El Shirezy
- Download -
Review :


  • KETIKA CINTA BERTASBIH

Penulis : Habiburrahman El Shirezy
- Download KCB 1
- Download KCB 2
- KCB ull Version
Review :


  • DALAM MIHRAB CINTA

Penulis : Habiburrahman El Shirezy
- Download
- Download ( full  version )
Review :



  • MAHKOTA CINTA

Penulis : Habiburrahman El Shirezy
- Download
Review :

  • PUDARNYA PESONA CLEOPATRA

Penulis : Habiburrahman El Shirezy
- Download
Review :


  • DIATAS SAJADAH CINTA

Penulis : Habiburrahman El Shirezy
- Download
Review :


  • BIDADARI UNTUK IKHWAN

Penulias :

- Download
Review :


  • TEKBIR CINTA ZAHRANA

Penulis :
- Download
Review :



  • JOSEP SANG MUALAF

Penulis :
- Download
Review :

  • AKU MENGGUAGAT AKHWAT DAN IKHWAN

Penulis :
- Download
Review :

  • HATIKU MILIKMU

Penulis :
- Download
Review :

  • KISAH ZAHID

Penulis :
- Download
Review :

  • KETIKA DERIA MENGABADIKAN CINTA

Penulis :
- Download
Review :

  • BIOGRAFI DAN KAROMAH SYUHADA BOSNIA

Penulis :
- Download 
Review

  • BUKAN NEGRI DONGENG

Penulis : Helvy T. Rossa
- Download
Review :

  • KETIKA MAS GAGAS PERGI

Penullis : Helvy T. Rossa
- Download
Review

  • CINTA

Penulis :
- Download
Review :

  • SANG PEMIMPI

Penulis : Andrea Hirata
- Download
Review :

  • KAPAS-KAPAS DILANGIT

Penulis :
- Download
Review :

  • KISAH PARA PEMINANG BIDADARI

Penulis :
- Download
Review :

  • ABU NAWAS SANG PENGGELI HATI

Penulis :
- Download :
Review :

  • BIDADARI UNTUK IKHWAN

Penulis :
- Download
Review :

  • THE DA VINCI CODE

Penulis :
- Download
Review :

  • SETELAH KAU MENIKAHIKU

Penulis :
- Download
Review :

  • LASKAR PELANGI

Penulis : Andrea Hirata
- Download
Review :

  • ADA APA DENGAN CINTA ( Islam version )

Penulis :
- Download
Review :

  • HINGGA BATU BICARA

Penulis : Helvy T. Rossa
-Download
Review :
  • HAFALAN SHALAT DELISA
Penulis : Tere - Liye
- Download
Rewiew : Go to my older post " Review  Hafalan Shalat Delisa "


Mohon maaf, novel salanjutnya belum sempat saya posting...silahkan ikuti perkembangan blog ini untuk mendapatkan update terbaru.


Buat sobat yang pengen request Novel untuk di download bisa tinggalkan komentar di bawah.
Semoga Bermanfaat...!!!




Read More »
06.55 | 16 komentar

Senin, 09 Agustus 2010

"REVIEW" HAFALAN SHALAT DELISA


Judul Novel : Hafalan Shalat Delisa

Penulis           : Tere - Liye
Download Novel


Ada sebuah keluarga di Lhok Nga - Aceh, yang selalu menanamkan ajaran Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Umi Salamah dan Abi Usman. Mereka memiliki 4 bidadari yang solehah: Alisa Fatimah, (si kembar) Alisa Zahra & Alisa Aisyah, dan si bungsu Alisa Delisa. 



Setiap subuh, Umi Salamah selalu mengajak bidadari-bidadarinya sholat jama'ah. Karena Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing - Arun yang pulangnya 3 bulan sekali. Awalnya Delisa susah sekali dibangunkan untuk 

sholat subuh. Tapi lama-lama ia bisa bangun lebih dulu ketimbang Aisyah. Setiap sholat jama'ah, Aisyah mendapat tugas membaca bacaan sholat keras-keras agar Delisa yang ada di sampingnya bisa mengikuti bacaan sholat itu. 



Umi Salamah mempunyai kebiasaan memberikan hadiah sebuah kalung emas kepada anak-anaknya yang bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna. Begitu juga dengan Delisa yang sedang berusaha untuk menghafal bacaan sholat agar sempurna. Agar bisa sholat dengan khusyuk. Delisa berusaha keras agar bisa menghafalnya dengan baik. Selain itu Abi Usman pun berjanji akan membelikan Delisa sepeda jika ia bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna. 



Sebelum Delisa hafal bacaan sholat itu, Umi Salamah sudah 

membelikan seuntai kalung emas dengan gantungan huruf D untuk Delisa. Delisa senang sekali dengan kalung itu. Semangatnya semakin menggebu-gebu. Tapi entah mengapa, Delisa tak pernah bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna. 



26 Desember 2004 



Delisa bangun dengan semangat. Sholat subuh dengan semangat. Bacaannya nyaris sempurna, kecuali sujud. Bukannya tertukar tapi tiba-tiba Delisa lupa bacaan sujudnya. Empat kali sujud, empat kali Delisa lupa. Delisa mengabaikan fakta itu. Toh nanti pas di sekolah ia punya waktu banyak untuk mengingatnya. Umi ikut mengantar Delisa. Hari itu sekolah ramai oleh ibu-ibu. Satu persatu anak maju dan tiba giliran Alisa Delisa. Delisa maju, Delisa akan khusuk. Ia ingat dengan cerita Ustad Rahman tentang 

bagaimana khusuknya sholat Rasul dan sahabat-sahabatnya. 

"Kalo orang yang khusuk pikirannya selalu fokus. Pikirannya 

satu." Nah jadi kalian sholat harus khusuk. Andaikata ada suara ribut di sekitar, tetap khusuk. 



Delisa pelan menyebut "ta'awudz". Sedikit gemetar membaca 

"bismillah". Mengangkat tangannya yang sedikit bergetar meski suara dan hatinya pelan-pelan mulai mantap. "Allahu Akbar". 



Seratus tiga puluh kilometer dari Lhok Nga. Persis ketika Delisa usai bertakbiratul ihram, persis ucapan itu hilang dari mulut Delisa. Persis di tengah lautan luas yang beriak tenang. LANTAI LAUT RETAK SEKETIKA. Dasar bumi terban seketika! Merekah panjang ratusan kilometer. Menggentarkan melihatnya. Bumi menggeliat. Tarian kematian mencuat. Mengirimkan pertanda kelam menakutkan. 



Gempa menjalar dengan kekuatan dahsyat. Banda Aceh rebah jimpa. Nias lebur seketika. Lhok Nga menyusul. Tepat ketika di ujung kalimat Delisa, tepat ketika Delisa mengucapkan kata "wa-ma-ma-ti", lantai sekolah bergetar hebat. Genteng sekolah berjatuhan. Papan tulis lepas, berdebam menghajar lantai. Tepat ketika Delisa bisa melewati ujian pertama kebolak-baliknya, Lhok Nga bergetar terbolak-balik. 



Gelas tempat meletakkan bunga segar di atas meja bu guru Nur jatuh. Pecah berserakan di lantai, satu beling menggores lengan Delisa. Menembus bajunya. Delisa mengaduh. Umi dan ibu-ibu berteriak di luar. Anak-anak berhamburan berlarian. Berebutan keluar dari daun pintu. Situasi menjadi panik. Kacau balau. "GEMPAR"! 



"Innashalati, wanusuki, wa-ma... wa-ma... wa-ma-yah-ya, 

wa-ma-ma-ti..." 



Delisa gemetar mengulang bacaannya yang tergantung tadi. Ya 

Allah, Delisa takut... Delisa gentar sekali. Apalagi lengannya berdarah membasahi baju putihnya. Menyemburat merah. Tapi bukankah kata Ustadz Rahman, sahabat Rasul bahkan tetap tak bergerak saat sholat ketika punggungnya digigit kalajengking? 



Delisa ingin untuk pertama kalinya ia sholat, untuk pertama 

kalinya ia bisa membaca bacaan sholat dengan sempurna, Delisa ingin seperti sahabat Rasul. Delisa ingin khusuk, ya Allah... 



Gelombang itu menyentuh tembok sekolah. Ujung air menghantam tembok sekolah. Tembok itu rekah seketika. Ibu Guru Nur berteriak panik. Umi yang berdiri di depan pintu kelas menunggui Delisa, berteriak keras ... SUBHANALLAH! Delisa sama sekali tidak mempedulikan apa yang terjadi. Delisa ingin khusuk. Tubuh Delisa terpelanting. Gelombang tsunami sempurna sudah membungkusnya. Delisa megap-megap. Gelombang tsunami tanpa mengerti apa yang diinginkan Delisa, membanting tubuhnya keras-keras. Kepalanya siap menghujam tembok sekolah yang masih bersisa. Delisa terus memaksakan diri, membaca takbir setelah "i'tidal..." "Al-la-hu-ak-bar..." Delisa harus terus membacanya! Delisa tidak peduli tembok yang siap menghancurkan kepalanya. 



Tepat Delisa mengatakan takbir sebelum sujud itu, tepat sebelum kepalanya menghantam tembok itu, selaksa cahaya melesat dari "Arasy Allah." Tembok itu berguguran sebelum sedikit pun menyentuh kepala mungil Delisa yang terbungkus kerudung biru. Air keruh mulai masuk, menyergap Kerongkongannya. Delisa terbatuk. Badannya terus terseret. Tubuh Delisa terlempar kesana kemari. Kaki kanannya menghantam pagar besi sekolah. Meremukkan tulang belulang betis kanannya. Delisa sudah tak bisa menjerit lagi. Ia 

sudah sempurna pingsan. Mulutnya minum berliter air keruh. 

Tangannya juga terantuk batang kelapa yang terseret bersamanya. Sikunya patah. Mukanya penuh baret luka dimana-mana. Dua giginya patah. Darah menyembur dari mulutnya. 



Saat tubuh mereka berdua mulai perlahan tenggelam, Ibu Guru Nur melepas kerudung robeknya. Mengikat tubuh Delisa yang pingsan di atas papan sekencang yang ia bisa dengan kerudung itu. Lantas sambil 

menghela nafas penuh arti, melepaskan papan itu dari 

tangannya pelan-pelan, sebilah papan dengan Delisa yang terikat kencang diatasnya. 



"Kau harus menyelesaikan hafalan itu, sayang...!" Ibu Guru Nur berbisik sendu. Menatap sejuta makna. Matanya meredup. Tenaganya sudah habis. Ibu Guru Nur bersiap menjemput syahid. 



Minggu, 2 Januari 2006 



Dua minggu tubuh Delisa yang penuh luka terdampar tak berdaya. Tubuhnya tersangkut di semak belukar. Di sebelahnya terbujur mayat Tiur yang pucat tak berdarah. Smith, seorang prajurit marinir AS berhasil menemukan Delisa yang tergantung di semak belukar, tubuhnya dipenuhi bunga-bunga putih. Tubuhnya bercahaya, berkemilau, menakjubkan! Delisa segera dibawa ke Kapal Induk John 

F Kennedy. Delisa dioperasi, kaki kanannya diamputasi. Siku 

tangan kanannya di gips. Luka-luka kecil di kepalanya dijahit. Muka lebamnya dibalsem tebal-tebal. Lebih dari seratus baret di sekujur tubuhnya. 



Aisyah dan Zahra, mayatnya ditemukan sedang berpelukan. Mayat Fatimah juga sudah ditemukan. Hanya Umi Salamah yang mayatnya belum ditemukan. Abi Usman hanya memiliki seorang bidadari yang masih belum sadar dari pingsan. Prajurit Smith memutuskan untuk menjadi mu'alaf setelah melihat kejadian yang menakjubkan pada Delisa. Ia mengganti namanya menjadi Salam. 



Tiga minggu setelah Delisa dirawat di Kapal induk, akhirnya ia diijinkan pulang. Delisa dan Abi Usman kembali ke Lhok Nga. Mereka tinggal bersama para korban lainnya di tenda-tenda pengungsian. Hari-hari diliputi duka. Tapi duka itu tak mungkin didiamkan berkepanjangan. Abi Usman dan Delisa kembali ke rumahnya yang dibangun kembali dengan sangat sederhana. 



Delisa kembali bermain bola, Delisa kembali mengaji, Delisa dan anak-anak korban tsunami lainnya, kembali sekolah dengan peralatan seadanya. Delisa kembali mencoba menghafal bacaan sholat dengan sempurna. Ia sama sekali sulit menghafalnya. "Orang-orang yang kesulitan melakukan kebaikan itu, mungkin karena hatinya Delisa. Hatinya tidak ikhlas! Hatinya jauh dari ketulusan." Begitu kata Ubai salah seorang relawan yang akrab dengan Delisa. 



21 Mei 2005 



Ubai mengajak Delisa dan murid-muridnya yang lain ke sebuah 

bukit. Hari itu Delisa sholat dengan bacaan sholat yang sempurna. Tidak terbolak-balik. Delisa bahkan membaca doa dengan sempurna. Usai sholat, Delisa terisak. Ia bahagia sekali. Untuk pertama kalinya ia menyelesaikan sholat dengan baik. Sholat yang indah. Mereka belajar menggurat kaligrafi di atas pasir yang dibawanya dengan ember plastik. Sebelum pergi meninggalkan bukit itu, Delisa meminta ijin mencuci tangan di sungai dekat dari situ.

Ketika ujung jemarinya menyentuh sejuknya air sungai. Seekor burung belibis terbang di atas kepalanya. Memercikkan air di mukanya. Delisa terperanjat. Mengangkat kepalanya. Menatap burung tersebut yang terbang menjauh. Ketika itulah Delisa menatap sesuatu di seberang sungai. 



Kemilau kuning. Indah menakjubkan, memantulkan cahaya matahari senja. Sesuatu itu terjuntai di sebuah semak belukar indah yang sedang berbuah. Delisa gentar sekali. Ya Allah! Seuntai kalung yang indah tersangkut. Ada huruf D disana. Delisa serasa mengenalinya. D untuk Delisa. Diatas semak belukar yang merah buahnya. Kalung itu tersangkut di 

tangan. Tangan yang sudah menjadi kerangka. Sempurna kerangka manusia. Putih. Utuh. Bersandarkan semak belukar itu. 




UMMI............... 






Novel-novel karangan Tere - Liye memang sangat menyentuh hati, diantaranya adalah novel ini " Hafalan Shalat Delisa " tak malu-malu air mata ini jatuh saat saya membaca kisah dalam novel ini. Alur cerita yang tertata sebegitub rapih, kata-katanya yang begitu indah di baca. Postingan ini hanya sekedar review saja, bagi anda yang berminat bisa membeli bukunya di toko-toko terdekat. Insyaallah novel ini bisa melunakkan hatikita yang keras.


"Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu... Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya. Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. "

Read More »
04.52 | 0 komentar

Friends!